Sabtu, 25 Oktober 2014

Pembiayaan PTK



A.      Pengertian Gaji:
1.      Peraturan Presiden RI No. 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan (Pasal 1 Ayat 10), “Gaji atau Upah adalah hak Pekerja yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uang sebagai imbalan dari Pemberi Kerja kepada Pekerja yang ditetapkan dan dibayar menurut suatu perjanjian kerja, kesepakatan, atau peraturan perundang-undangan, termasuk tunjangan bagi Pekerja dan keluarganya atas suatu pekerjaan dan/atau jasa yang telah atau akan dilakukan.”http://bumn.go.id/data/uploads/files/1/12%20%281%29.pdf
2.      Agus Tulus, Drs, Manajemen Sumber Daya Manusia, 1992. Hal: 140. “Gaji adalah sejumlah uang yang diterima oleh tenaga-tenaga manajerial dan tata usaha atas sumbangan jasanya, yang menerima uang dengan jumlah yang tetap berdasarkan tarif mingguan, bulanan atau tahunan.”.http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/508/jbptunikompp-gdl-dewirosmay-25351-2-bab2-dewi.pdf
3.      Hasibuan, Manajemen Sumber Daya Manusia, 1993, Hal: 133. “Gaji adalah balas jasa yang dibayar secara periodik kepada karyawan tetap serta mempunyai jaminan yang pasti.”http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/508/jbptunikompp-gdl-dewirosmay-25351-2-bab2-dewi.pdf
4.      Menurut Soemarso (2009: 307) “Gaji adalah imbalan kepada pegawai yang diberikan atas tugas-tugas administrasi dan pimpinan yang jumlahnyan biasanya tetap secara bulanan.” http://www.library.upnvj.ac.id/pdf/4d3akuntansi/0810102042/BAB%20II.pdf
5.      Menurut Mulyadi (2008: 373) “Gaji umumnya merupakan sebuah bentuk pembayaran atas penyerahan jasa yang dilakukan oleh karyawan yang mempunyai jenjang jabatan manajer.”
http://produk-hukum.kemenag.go.id/downloads/09ecbf0651dea14d99b8e03fe1dffad8.pdf

B.       Pengertian Upah:
1.      Pasal 1 ayat 30 UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (Pasal 1, Ayat 30) “Upah adalah hak pekerja/buruh yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uang sebagai imbalan dari pengusaha atau pemberi kerja kepada pekerja/buruh yang ditetapkan dan dibayarkan menurut suatu perjanjian kerja, kesepakatan, atau peraturan perundangundangan, termasuk tunjangan bagi pekerja/buruh dan keluarganya atas suatu pekerjaan dan/atau jasa yang telah atau akan dilakukan.” http://produk-hukum.kemenag.go.id/downloads/09ecbf0651dea14d99b8e03fe1dffad8.pdf
2.      UU Kecelakaan No. 33 Tahun 1974, Pasal 7 Ayat A, “Upah adalah tiap-tiap pembayaran berupa uang yang diterima oleh buruh sebagai ganti pekerjaan, perumahan, makan, bahan makanan, dan pakaian dengan percuma yang nilainya ditaksir menurut harga umum ditempat itu.” http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/508/jbptunikompp-gdl-dewirosmay-25351-2-bab2-dewi.pdf
3.      PP No. 8 Tahun 1981 tentang Perlindungan Upah. “Upah adalah suatau penerimaan sebagai imbelan dari pengusaha kepada tenaga kerja untuk suatu pekerjaan atau jasa yang telah atau akan dilakukan, dinyatakan atau dinilai dalam bentuk uang yang ditetapkan menurut suatu persetujuan atau peraturan perundang-undangan dan dibayarkan atas dasar suatu perjanjian kerja antara pengusaha (pemberi kerja) dan pekerja termasuk tunjangan baik untuk pekerja sendiri maupun keluarganya.” (dalam buku Manajemen Penggajian dan Pengupahan Untuk Karyawan Perusahaan, Penerbit: Gramedia, Hal: 7) http://books.google.co.id/books?id=nflUl-1b5zwC&pg=PA7&dq=definisi+upah&hl=en&sa=X&ei=i7snVOP5LNHluQT7-YCwAg&ved=0CBoQ6AEwAA#v=onepage&q=definisi%20upah&f=false
4.      Menurut Edwin B. Flippo. “Upah adalah harga untuk jasa-jasa yang telah diberikan oleh seseorang kepada orang lain.” (dalam buku Memahami Aspek-Aspek Pengelolaan Sumber Daya Manusia dalam Organisasi, Penerbit: Grasindo, Hal:184) http://books.google.co.id/books?id=HUNCnAqqv90C&pg=PA181&dq=kompensasi&hl=en&sa=X&ei=i7cnVNg0lpK4BOeLgPAO&ved=0CBoQ6AEwAA#v=onepage&q=kompensasi&f=false
5.      Prof. Dr. FJHH Van Der Ven. “Upah adalah tujuan objektif kerja ekonomis.” (dalam buku Memahami Aspek-Aspek Pengelolaan Sumber Daya Manusia dalam Organisasi, Penerbit: Grasindo, Hal:184)
6.      Dewan Penelitian Pengupahan Nasional dalam (Husnan 1990: 138) “Upah adalah suatu penerimaan sebagai suatu imbalan dari pemberi kerja kepada penerima kerja untuk suatu pekerjaan/jasa yang telah dan akan dilakukan berfungsi sebagai jaminan kelangsungan kehidupan yang layak bagi kemanusiaan dan produksi, upah dinyatakan/dinilai dalam bentuk uang yang ditetapkan menurut suatu persetujuan, undang-undang dan peraturan serta dibayarkan atas dasar suatu perjanjian kerja antara pemberi kerja dan penerima kerja.”http://buruhbekasibergerak.blogspot.com/2012/08/upah.html
Di Indonesia dikenal beberapa sistem pemberian upah, yaitu:
  1. Upah menurut waktu
Menurut sistem ini, besarnya upah didasarkan pada lama bekerja seseorang. Satuan waktu dihitung per jam, per hari, per minggu atau per bulan. Misalnya pekerja bangunan dibayar per hari atau per minggu.
  1. Upah menurut satuan hasil
Menurut sistem ini, besarnya upah didasarkan pada jumlah barang yang dihasilkan oleh seseorang. Satuan hasil dihitung per potong barang, per satuan panjang, atau per satuan berat. Misalnya upah pemetik daun teh dihitung per kilogram.
  1. Upah borongan
Menurut sistem ini pembayaran upah berdasarkan atas kesepakatan bersama antara pemberi dan penerima pekerjaan. Misalnya upah untuk memperbaiki mobil yang rusak, membangun rumah, dll. Upah model ini harus jelas bukan hanya besarnya upah yang disepakati, tetapi juga berapa lama pekerjaan yang ditugaskan kepada penerima borongan harus selesai.
  1. Sistem bonus
Sistem bonus adalah pembayaran tambahan di luar upah atau gaji yang ditujukan untuk merangsang (memberi insentif) agar pekerja dapat menjalankan tugasnya lebih baik dan penuh tanggungjawab, dengan harapan keuntungan lebih tinggi. Makin tinggi keuntungan yang diperoleh makin besar bonus yang diberikan pada pekerja. Sistem bonus ini lebih-lebih akan terlaksana jika majikan berjiwa dermawan.
  1. Sistem mitra usaha
Dalam sistem ini pembayaran upah sebagian diberikan dalam bentuk saham perusahaan, tetapi saham tersebut tidak diberikan kepada perorangan melainkan pada organisasi pekerja di perusahaan tersebut. Dengan demikian hubungan kerja antara perusahaan dengan pekerja dapat ditingkatkan menjadi hubungan antara perusahaan dan mitra kerja. Contoh sederhana dari sistem ini adalah koperasi.
C.      Pengertian Upah Minimum Regional
1. Peraturan Menteri No. 01 Tahun 1999 Tentang Upah Minimum (Pasal 1 Ayat 1) “Upah Minimum adalah upah bulanan terendah yang terdiri dari upah pokok termasuk tunjangan tetap.”
Upah Minimum adalah suatu standar minimum yang digunakan oleh para pengusaha atau pelaku industri untuk memberikan upah kepada pekerja di dalam lingkungan usaha atau kerjanya. Karena pemenuhan kebutuhan yang layak di setiap propinsi berbeda-beda, maka disebut Upah Minimum Propinsi.
Menurut Permen no.1 Th. 1999 Pasal 1 ayat 1, Upah Minimum adalah upah bulanan terendah yang terdiri dari upah pokok termasuk tunjangan tetap. Upah ini berlaku bagi mereka yang lajang dan memiliki pengalaman kerja 0-1 tahun, berfungsi sebagai jaring pengaman, ditetapkan melalui Keputusan Gubernur berdasarkan rekomendasi dari Dewan Pengupahan dan berlaku selama 1 tahun berjalan.
Apabila kita merujuk ke Pasal 94 Undang-Undang (UU) no. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, komponen upah terdiri dari upah pokok dan tunjangan tetap, maka besarnya upah pokok sedikit-dikitnya 75 % dari jumlah upah pokok dan tunjangan tetap. Definisi tunjangan tetap disini adalah tunjangan yang pembayarannya dilakukan secara teratur dan tidak dikaitkan dengan kehadiran atau pencapaian prestasi kerja contohnya : tunjangan jabatan, tunjangan komunikasi, tunjangan keluarga, tunjangan keahlian/profesi. Beda halnya dengan tunjangan makan dan transportasi, tunjangan itu bersifat tidak tetap karena penghitungannya berdasarkan kehadiran atau performa kerja.
Upah Minimum Propinsi (UMP) adalah Upah Minimum yang berlaku untuk seluruh Kabupaten/Kota di satu Provinsi. Upah minimum ini di tetapkan setiap satu tahun sekali oleh Gubernur berdasarkan rekomendasi Komisi Penelitian Pengupahan dan Jaminan Sosial Dewan Ketenagakerjaan Daerah (sekarang Dewan Pengupahan Provinsi). Penetapan upah minimum propinsi selambat-lambatnya 60 hari sebelum tanggal berlakunya upah minimum, yaitu tanggal 1 Januari.

Komponen Upah Minimum
Upah Minimum = Gaji Pokok + Tunjangan Tetap
Berikut adalah pengertian dari gaji pokok, tunjangan tetap dan tunjangan tidak tetap menurut Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja No. SE-07/Men/1990 tentang Pengelompokan Upah dan Pendapatan Non Upah :
a. Gaji Pokok
Gaji pokok adalah adalah imbalan dasar (basic salary) yang dibayarkan kepada pekerja menurut tingkat atau jenis pekerjaan yang besarnya ditetapkan berdasarkan kesepakatan.

 b. Tunjangan Tetap
Tunjangan tetap adalah pembayaran kepada pekerja yang dilakukan secara teratur dan tidak dikaitkan dengan kehadiran pekerja atau pencapaian prestasi kerja tertentu (penjelasan pasal 94 UU No. 13/2003). Tunjangan tetap tersebut dibayarkan dalam satuan waktu yang sama dengan pembayaran upah pokok, seperti tunjangan isteri dan/atau tunjangan anak, tunjangan perumahan, tunjangan daerah tertentu.

c. Tunjangan Tidak Tetap
Tunjangan Tidak Tetap adalah pembayaran yang secara langsung atau tidak langsung berkaitan dengan pekerjaan yang diberikan secara tidak tetap dan dibayarkan menurut satuan waktu yang tidak sama dengan waktu pembayaran upah pokok, seperti tunjangan transpor dan/atau tunjangan makan yang didasarkan pada kehadiran.
UPAH MINIMUM = GAJI POKOK (75% dari Upah Minimum) + TUNJANGAN TETAP (25% dari Upah Minimum)
Contoh : Upah Minimum Provinsi Jakarta sebesar Rp. 2.200.000. Apabila Anda bekerja di DKI Jakarta, perusahaan dilarang membayar pekerja tersebut dengan upah yang lebih rendah dari Rp 2.200.000. Perusahaan juga harus memberikan gaji pokok sekurang-kurangnya 75% dari Rp. 2.200.000 yakni sebesar Rp. 1.650.000. Jadi apabila gaji keseluruhan Anda Rp. 2.300.000 (yang notabene lebih besar dari UMP Jakarta) akan tetapi gaji pokok Anda hanya sebesar Rp. 1.400.000 (kurang dari 75% UMP Jakarta) maka Anda telah dibayar dibawah Upah Minimum DKI Jakarta

D.      Pengertian Tunjangan
Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja Nomor SE-07/MEN/1990 Tahun 1990 tentang Pengelompokan Komponen Upah dan Pendapatan Non Upah (“SE-07/MEN/1990”) “Tunjangan adalah suatu pembayaran yang teratur berkaitan dengan pekerjaan yang diberikan secara tetap untuk pekerja dan keluarganya serta dibayarkan dalam satuan waktu yang sama dengan pembayaran upah pokok, seperti Tunjangan Isteri; Tunjangan Anak; Tunjangan Perumahan; Tunjangan Kematian; Tunjangan Daerah dan lain-lain.” http://www.hukumonline.com/klinik/detail/lt519b3220f3d32/jenis-jenis-tunjangan-yang-jadi-dasar-perhitungan-uang-pesangon
Tunjangan antara lain bertujuan untuk menarik calon karyawan agar bergabung ke dalam organisasi dan mempertahankan karyawan agar tetap bekerja di organisasi. Tujuan pemberian tunjangan juga untuk memenuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku, melindungi karyawan dan ketergantungan mereka dari risiko keuangan yang berhubungan dengan sakit cacat dan pengangguran.

E.       Macam-macam Tunjangan:
Berdasarkan sifatnya, tunjangan ada 2 macam yaitu:
1.      Tunjangan Tetap
2.      Tunjangan Tidak Tetap

Tunjangan Tetap adalah suatu pembayaran yang diatur berkaitan dengan pekerjaan yang diberikan secara tetap untuk pekerja dan keluarganya serta dibayarkan dalam satuan waktu yang sama dengan pembayaran upah pokok tanpa dikaitkan dengan kehadiran atau prestasi/produktivitas tertentu.
Beberapa contoh tunjangan tetap:
Ø  Tunjangan masa kerja
Ø  Tunjangan keluarga
Ø  Tunjangan jabatan
Ø  Tunjangan lain-lain

Tunjangan tidak tetap adalah suatu pembayaran yang diatur berkaitan dengan pekerjaan yang diberikan secara tidak tetap dan berkaitan dengan kehadiran dan prestasi tertentu.

Beberapa contoh tunjangan tidak tetap:
Ø  Tunjangan transport
Ø  Tunjangan hadir
Ø  Tunjangan makan
Ø  Tunjangan shift
(dalam buku Hak-Hak Pekerja Perempuan, Penerbit: Visi Media, Hal: 20)

F.      Perhitungan pembiayaan PTK dalam pendidikan
Sesuai dengan UU No.14 Tahun 2005, biaya pegawai dibagi menjadi dua kelompok: (i) Gaji pokok serta tunjangan yang melekat pada gaji, (ii) Penghasilan lain yang terdiri atas: tunjangan profesi, tunjangan fungsional, tunjangan khusus dan Maslahat Tambahan.
Gaji Pendidik dan Tenaga Kependidikan serta Segala Tunjangan yang Melekat pada Gaji
Ayat (6), Pasal 1, Bab I UU No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional memberikan batasan pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan.
Sedangkan, batasan tenaga kependidikan sebagaimana Ayat (6), Pasal 1, Bab I UU No. 20 Tahun 2003 adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan.  Sementara itu, Ayat (1) Pasal 35 PP No. 19 Tahun 2005 menjelaskan tenaga pendidikan sebagai berikut.
·         Tenaga kependidikan pada TK/RA atau bentuk lain yang sederajat sekurang-kurangnya terdiri atas kepala TK/RA dan tenaga kebersihan.
·         Tenaga kependidikan pada SD/MI atau bentuk lain yang sederajat sekurang-kurangnya terdiri atas kepala sekolah/madrasah, tenaga administrasi, tenaga perpustakaan, dan tenaga kebersihan sekolah/madrasah.
·         Tenaga kependidikan pada SMP/MTs atau bentuk lain yang sederajat atau SMA/MA, atau bentuk lain yang sederajat sekurang-kurangnya terdiri atas kepala sekolah/madrasah, tenaga adminstrasi, tenaga perpustakaan, tenaga laboratorium, dan tenaga kebersihan sekolah/madrasah.
·         Tenaga kependidikan pada SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat sekurang-kurangnya terdiri atas kepala sekolah/madrasah, tenaga adminstrasi, tenaga perpustakaan, tenaga laboratorium, dan tenaga kebersihan sekolah/madrasah.
·         Tenaga kependidikan pada SDLB, SMPLB, dan SMALB atau bentuk lain yang sederajat sekurang-kurangnya terdiri atas kepala sekolah, tenaga adminstrasi, tenaga perpustakaan, tenaga laboratorium, tenaga kebersihan sekolah, teknisi sumber belajar, psikolog, pekerja sosial, dan terapis.
·         Tenaga kependidikan pada Paket A, Paket B dan Paket C sekurang-kurangnya terdiri atas pengelola kelompok belajar, tenaga adminstrasi, dan tenaga perpustakaan.
·         Tenaga kependidikan pada lembaga kursus dan lembaga pelatihan keterampilan sekurang-kurangnya terdiri atas pengelola atau penyelenggara, teknisi, sumber belajar, pustakawan, dan laboran.
Seiring dengan telah disetujuinya UU No. 14 Tahun 2005  tentang Guru dan Dosen, pengertian gaji dan tunjangan meliputi:
·         Gaji pokok , besarnya gaji pokok mengikuti aturan menteri keuangan tentang gaji PNS
·         Tunjangan yang melekat pada gaji, yang meliputi tunjangan: (i) isteri/suami 10%, (ii) anak 2% dengan batas maksimal dua orang anak hingga usia 21 tahun atau belum pernah menikah atau belum berumur 25 tahun kuliah dan belum pernah menikah, (iii) jabatan, (iv) beras, dan (v) khusus, yakni diberikan sebagai pengganti apabila yang bersangkutan terkena pajak penghasilan sejumlah potongan yang terkena pajak
Penghasilan lainnya
·         Tunjangan profesi: tunjangan profesi diberikan kepada guru yang telah memiliki sertifikat pendidik yang diangkat oleh penyelenggara pendidikan/satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat.  Besarnya tunjangan setara dengan satu kali gaji pokok guru.
·         Tunjangan fungsional: tunjangan yang diberikan kepada guru yang diangkat oleh satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah dan pemerintah daerah. Besar tunjangan mengikuti subsidi yang dialokasikan oleh Pemerintah atau pemerintah daerah.
·         Tunjangan khusus: tunjangan yang diberikan kepada guru yang bertugas di daerah khusus.  UU No. 14 Tahun 2005, Pasal 1, Ayat 17, menjelaskan bahwa daerah khusus adalah daerah yang terpencil atau terbelakang; daerah dengan kondisi masyarakat adat yang terpencil; daerah perbatasan dengan negara lain; daerah yang mengalami bencana alam, bencana sosial, atau daerah yang berada dalam keadaan darurat lain.
Maslahat tambahan merupakan tambahan kesejahteraan yang diperoleh dalam bentuk tunjangan pendidikan, asuransi pendidikan, beasiswa, dan penghargaan bagi guru serta kemudahan untuk memperoleh pendidikan bagi putra dan putri guru, pelayanan kesehatan, atau bentuk kesejahteraan lain.

Rabu, 15 Oktober 2014

Laporan Keuangan Dan Analisis Laporan Keuangan



LAPORAN KEUANGAN DAN ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

A.    Pengertian Laporan Keuangan
1.      Menurut Weston, J. Fred, dan Copeland, Thomas E (2002) :
Laporan keuangan atau financial statement berisi informasi tentang prestasi perusahaan di masa lampau dan dapat memberikan petunjuk untuk penetapan kebijakan di masa yang akan datang.
2.      Menurut Brigham dan Houston (2001) :
Laporan tahunan (annual report) atau laporan keuangan adalah laporan yang diterbitkan setiap tahunan oleh perusahaan kepada para pemegang saham. Laporan ini berisi laporan keuangan dasar dan opinin manajemen atas operasi perusahaan selama tahun lalu dan prospek perusahaan di masa depan. Laporan tahunan menyajikan empat laporan keuangan dasar, yaitu :
a.       Neraca (balance sheet), merupakan potret posisi dari keuangan perusahaan pada suatu waktu tertentu, menunjukkan aktiva pada sisi sebelah kiri dan kewajiban serta ekuitas atau klaim terhadap aktiva di sisi sebelah kanan.
b.      Laporan laba rugi (income statement), melaporkan hasil operasi selama periode tertentu, dan menunjukkan laba per saham sebagai “bottom line”.
c.       Laporan laba ditahan (statement of retained earnings), menunjukkan perubahan laba ditahan antara dua tanggal neraca. Laba ditahan menunjukkan klaim terhadap aktiva, bukannya aktiva per ekuitas pemegang saham.
d.      Laporan arus kas (cash flow), melaporkan dampak aktivitas operasi, investasi, dan pembiayaan terhadap arus kas selama periode akuntansi.

3.      Menurut Lontoh F. O dan Lindrawati (2004) :
Laporan keuangan adalah media komunikasi yang digunakan untuk menghubungi pihak-pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan. Pentingnya laporan keuangan juga diungkapkan Belkoui bahwa laporan keuangan merupakan sarana mempertanggung jawabkan apa yang dilakukan oleh manajer atas sumber daya pemilik.
4.      Menurut Scoot, Christensen dan Demski (2002) :
Laporan keuangan adalah gambaran umum dari pelaporan (financial reporting) yang berfungsi sebagai alat komunikasi informasi akuntansi keuangan kepada pihak-pihak eksternal.
5.      Menurut Myer dalam bukunya Financial Statement Analysis (Munawir, 2004) :
Laporan keuangan adalah dua daftar yang disusun oleh akuntan pada akhir periode untuk suatu perusahaan. Kedua daftar itu adalah daftar neraca atau daftar posisi keuangan dan daftar pendapatan atau daftar rugi laba. Pada waktu akhir-akhir tertentu ini sudah menjaadi kebiasaan bagi perseroan-perseroan untuk menambahkan daftar ketiga yaitu daftar surplus atau daftar laba yang tidak dibagikan (laba yang ditahan).
(Sumber : http://thesis.binus.ac.id/Asli/Bab2/2009-1-00316-MN%20Bab%202.pdf diakses pada tanggal 2 Oktober 2014, pukul 22.43 WIB)

B.     Jenis Dan Bentuk Laporan Keuangan
Menurut Warsono (2001) ada 2 macam bentuk laporan keuangan utama yang dihasilkan oleh suatu perusahaan yaitu Neraca dan Laporan laba rugi.
a.       Neraca
Neraca adalah laporan keuangan yang menggambarkan posisi keuangan suatu organisasi pada suatu periode tertentu. Neraca perusahaan ini disusun berdasarkan persamaan dasar akuntansi, yaitu bahwa kekayaan atau aktiva (asets) sama dengan kewajiban (liabilities) ditambah modal saham (stock equities).
b.      Laporan laba-rugi
Laporan laba-rugi adalah laporan keuangan yang mengambarkan hasil-hasil usaha yang dicapai selama periode tertentu. Laba rugi bersih adalah selisih antara pendapatan total dengan biaya atau pengeluaran total. Pendapatan mengukur aliran masuk asset bersih (setelah dikurangi utang) dari penjualan barang atau jasa.

Menurut pendapat Halim (1994), laporan keuangan dapat dibagi menjadi 2 jenis antara lain:
a.       Neraca ; Neraca menunjukan aktiva, utang, dan modal sendiri suatu perusahaan pada hari terakhir periode akuntansi.
b.      Laporan laba-rugi
Laporan laba-rugi adalah suatu laporan atas kegiatan-kegiatan perusahaan selama waktu periode akuntansi tertentu. Laporan laba-rugi menunjukan penghasilan dan biaya operasi, bunga, pajak, dan laba bersih yang diperoleh suatu perusahaan. Laporan laba-rugi merupakan suatu produk akauntansi yang dirancang untuk menunjukan kepada pemegang saham dan kreditur, apakah perusahaan dapat menghasilkan keuntungan.
(Sumber : http://eprints.uny.ac.id/9020/3/BAB%202%20-09409131019.pdf  diakses pada tanggal 2 Oktober 2014, pukul 10.58 WIB)
Menurut Woelfel (1997) laporan keuangan yang umumnya dikeluarkan oleh perusahaan terdiri atas:
1.      Neraca (Balance Sheet)
Neraca adalah suatu laporan yang menggambarkan mengenai jumlah aktiva, hutang, serta modal suatu perusahaan pada saat tertentu. Neraca sendiri dapat disusun dalam dua bentuk, yaitu bentuk T (T Form) dan bentuk L (L Form). Di dalam bentuk T form semua harta perusahaan ditempatkan pada sisi bagian kiri neraca dengan judul aktiva (assets), sedangkan hutang dan modal ditempatkan pada sisi kanan neraca dengan judul pasiva (Liabilities and Stockholders’ Equity). Dalam bentuk L form, semua harta perusahaan ditempatkan pada bagian atas neraca, sedangkan hutang dan modal ditempatkan pada bagian bawah neraca.

2.      Laporan Laba Rugi (Income Statement)
Menurut Wild, Subramanyam, dan Halsey (2007), Laporan laba rugi adalah suatu laporan yang mengukur kinerja keuangan sebuah perusahaan di antara tanggal neraca. Laporan ini merepresentasikan kegiatan operasional perusahaan. Laporan laba rugi menyediakan informasi secara menyeluruh mengenai pendapatan, biaya, laba dan rugi perusahaan dalam suatu kurun waktu tertentu. Menurut Baridwan (2000) laporan laba rugi dalam penyajiannya dibagi menjadi dua bentuk, yaitu:
a.      Single step model
Adalah bentuk laporan laba rugi yang tidak dilakukan pengelompokan atas pendapatan dan biaya ke dalam kelompok-kelompok usaha dan di luar usaha tetapi hanya dipisahkan antara pendapatan-pendapatan dan laba dengan biaya-biaya kerugian.
b.      Multistep model
Adalah bentuk laporan laba rugi dimana dilakukan beberapa pengelompokan terhadap pendapatan-pendapatan dan biaya-biaya yang disusun dalam urutan tertentu.

3.      Laporan Arus Kas (Cash Flow Statement)
Laporan arus kas seringkali juga disebut sebagai laporan sumber dan penggunaan dana. Warren, et.al (1996) menyatakan bahwa laporan arus kas adalah suatu ringkasan mengenai penerimaan dan pembayaran kas dari suatu perusahaan dalam jangka waktu tertentu. Dalam penyajiannya, menurut Hackel dan Livnat (1996), Laporan arus kas dibagi dalam tiga kelompok yaitu:


a.       Aktivitas operasional (Operating)
Adalah kelompok yang meliputi seluruh transaksi dan kegiatan lainnya yang tidak termasuk di dalam kegiatan investasi maupun pembiayaan perusahaan. Secara lebih jelas, arus kas yang berasal dari kegiatan operasional meliputi arus kas dari kegiatan produksi, distribusi barang dan penyediaan jasa. Arus kas dari kegiatan operasi adalah arus kas hasil dari transaksi dan kegiatan lainnya yang ikut menentukan laba bersih.

b.      Aktivitas Investasi (Investing)
Adalah kelompok yang meliputi pembelian dan penagihan piutang, pengembalian persediaan barang dagang, pembayaran pinjaman, pengadaan serta penjualan ekuitas dan harta kekayaan perusahaan (tanah), bangunan, dan peralatan serta aktiva-aktiva produktif lainnya, yaitu aktiva yang digunakan oleh perusahaan untuk melakukan produksi barang dan jasa.

c.       Aktivitas pendanaan atau pembiayaan (Financing)
Adalah kelompok yang meliputi perolehan sumber daya dari para pemilik dan pemberian hasil atas investasi yang telah dilakukan, peminjaman, serta pembayaran kembali hutang oleh pemiliknya atau sebaliknya penyelesaian kewajiban perusahaan kepada pemilik, dan perolehan serta pembayaran sumber daya lainnya yang berasal dari pembiayaan jangka panjang.

C.    Pengertian Analisis Rasio Keuangan
1.      Menurut Kuswandi (2004), analisis rasio keuangan adalah cara analisa dengan menggunakan perhitungan-perhitungan perbandingan atas dua kuantitatif yang ditunjukkan dalam neraca maupun laporan laba rugi.
2.      Menurut Harahap S (2006), analisis rasio keuangan adalah angka yang diperoleh dari hasil perbandingan dari suatu pos laporan keuangan dan pos lainnya yang memiliki hubungan yang relevan dan signifikan (berarti).
3.      Menurut Weston dan Copeland (2001), rasio keuangan dirancang untuk membantu mengevaluasi laporan keuangan. Analisis rasio keuangan digunakan untuk membandingkan utang perusahaan terhadap aktiva dan membandingkan bunga yang harus dibayar terhadap laba yang tersedia untuk membayar bunga.
4.      Menurut Adnan, Muhamad A dan Tauviq, Muhammad I (2001), analisis rasio keuangan merupakan suatu alternatif untuk menguji apakah informasi yang dihasilkan oleh akuntansi keuangan bermanfaat untuk melakukan klasifikasi atau prediksi terhadap harga saham di pasar modal.
(Sumber : http://thesis.binus.ac.id/Asli/Bab2/2009-1-00316-MN%20Bab%202.pdf diakses pada tanggal 14 September 2014 12.03 WIB)

D.    Macam Analisis Rasio Keuangan
Macam rasio berdasarkan sumbernya :
-          Rasio-rasio neraca (balance sheet ratios) / financial ratios
-          Rasio-rasio laporan rugi dan laba (income statement ratios) / Operating ratios
-          Rasio-rasio antar laporan (interstatement rations) / Financial operating ratios
Pada dasarnya angka-angka rasio dapat dikelompokkan menjadi dua golongan :
1.      Rasio yang didasarkan pada sumber data keuangan
2.      Rasio disusun berdasarkan tujuan penganalisa dalam mengevaluasi perusahaan
Pengelompokkan Rasio
1.      Rasio likuiditas ; Rasio untuk mengukur likuiditas perusahaan
2.      Ratio leverage ; Rasio untuk mengukur sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai dengan hutang
3.      Rasio-rasio aktivitas ; Rasio untuk mengukur seberapa besar efektifitas perusahaan dalam mengerjakan sumber-sumber dananya
4.      Rasio-rasio profitabilitas ; Rasio yang menunjukan hasil akhir dari sejumlah kebijaksanaan dan keputusan – keputusan.
diakses pada tanggal 14 September, pukul 12.16 WIB)

Dilihat dari sumbernya, rasio keuangan dibagi menjadi 3:
1.      Rasio-Rasio Neraca, adalah rasio-rasio yg disusun dari data yg berasal dari neraca misalnya; current ratio, acid test-ratio, current assets to total assets ratio, current lialibilities to total assets ratio dan lain sebagainya.
2.      Rasio Statemen Rugi-Laba, rasio-rasio yang disusun berdasarkan income statements, misalnya gross profit margin, net operating margin, operating ratio, dan lain-lain.
3.      Rasio-Rasio Antar Statemen Keuangan, adalah rasio keuangan yang disusun berdasarkan Neraca dan data lainnya yg berasal dari income statement, misalnya assets turnover, inventory turnover, receivables turnover dan sebagainya.
diakses pada tanggal 14 September, pukul 12.16 WIB)

1.      Rasio Likuiditas
Sutrisno (2009) menyatakan bahwa ada tiga rasio yang sering digunakan untuk mengukur tingkat likuiditas, antara lain sebagai berikut:
a.       Current Ratio, adalah rasio yang membandingkan antara aktiva lancar yang dimiliki perusahaan dengan hutang jangka pendek. Rumusnya : Aktiva Lancar x 100%
     Hutang Lancar
b.      Quick Ratio atau Acid Test Ratio, adalah rasio antara aktiva lancar sesudah dikurangi persediaan dengan hutang lancar. Rumusnya : Aktiva Lancar – Persediaan x 100%
Hutang Lancar
c.       Cash Ratio, adalah rasio yang membandingkan antara kas dan aktiva lancar yang bisa segera menjadi uang kas dengan hutang lancar. Rumusnya : Kas + Efek x 100%
Hutang Lancar

2.      Rasio Solvabilitas
Menurut Riyanto (2004) pengertian dari rasio solvabilitas adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi segala kewajiban finansiilnya apabila sekiranya perusahaan tersebut akan dilikuidasikan. Rasio solvabilitas terdiri dari:
a.       Total Debt to Total Assets Ratio ; Rasio hutang dengan total aktiva yang biasa disebut rasio hutang (debt ratio), mengukur prosentase besarnya dana yang berasal dari hutang. Rumusnya : Total Hutang x 100%
     Total Aktiva
b.      Debt to Equity Ratio ; Rasio hutang dengan modal sendiri (debt to equity ratio) merupakan imbangan antara hutang yang dimiliki perusahaan dengan modal sendiri. Rumusnya : Total Hutang x 100%
Modal

3.      Rasio Rentabilitas
Rasio rentabilitas yaitu rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan suatu perusahaan dalam menghasilkan keuntungan. Semakin besar tingkat keuntungan yang dihasilkan menunjukkan semakin baik pihak manajemen dalam mengelola perusahaan. Rasio rentabilitas dapat diukur dengan beberapa indikator diantaranya:
a.       Net Profit Margin ; Merupakan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dibandingkan dengan penjualan yang dicapai. Rumusnya : EAT    x 100%
   Penjualan
b.      Return on Asset ; Sering disebut sebagai rentabilitas ekonomis yaitu merupakan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dengan semua aktiva yang dimiliki oleh perusahaan. Rumusnya :        EBIT       x 100%
  Total Aktiva
c.       Return on Equity ; Sering disebut dengan rentabilitas modal sendiri yaitu merupakan kemampuan perushaan dalam menghasilkan keuntungan dengan modal sendiri yang dimiliki. Rumusnya :                     EAT        x 100%
Modal Sendiri
(Sumber : http://download.portalgaruda.org/article.php?article=63326&val=4591 diakses pada tanggal 12 sept 2014, pukul 23.38 WIB)

Weston dan copeland (1995) membagi rasio menjadi tiga kelompok besar yang ketiganya saling berhubungan dan harus dikaitkan satu dengan yang lainnya untuk membentuk suatu artian tersendiri, yaitu :
1.      Ukuran Kinerja (Performance Measures)
Ukuran kinerja mencerminkan keputusan strategis, operasi, dan pembiayaan. Strategi ini meliputi bidang-bidang keputusan yang penting bagi perusahaan seperti pemilihan daerah pemasaran produk tempat perusahaan menjalankan kegiatan operasinya. Apakah akan menfokuskan diri pada area produk terpilih atau akan mencoba sekelompok besar pembeli potensial, dan sebagainya. Ukuran kinerja dianalisis menjadi tiga kelompok besar, yaitu :

a.       Rasio profitabilitas : mengukur efektifitas manajemen berdasarkan hasil pengembalian yang dihasilkan dari penjualan investasi, terdiri dari :
-          Laba bersih terhadap penjualan (net profit margin / return on sales) : menunjukkan return yang diperoleh dari setiap rupiah penjualan. Jika profit margin perusahaan lebih rendah dari rata-rata rasio industri sejenis, hal ini dapat disebabkan oleh harga jual perusahaan pesaing atau harga pokok penjualan yang lebih tinggi daripada pesaing, atau kedua-duanya sekaligus.
Margin laba bersih =
-          Laba bersih terhadap total aktiva (return of investment / ROI) : sistem keuangan yang berarti sangat penting sebagai salah satu teknik analisis keuangan yang bersifat menyeluruh (kemprehensif). Analisis ROI merupakan salah satu bentuk dari rasio profitabilitas yang dimaksudkan untuk dapat mengukur kemampuan perusahaan dengan keseluruhan dana yang ditanamkan dalam aktiva yang digunakan dalam kegiatan operasi perusahaan untuk menghasilkan keuntungan. Dengan demikian rasio ini menghubungkan keuntungan yang diperoleh dari hasil kegiatan perusahaan (net income) dengan jumlah investasi atau aktiva yang digunakan untuk menghasilkan keuntungan atau laba tersebut (total assets).
Laba bersih terhadap total aktiva =

-          Laba bersih terhadap total modal/ rentabilitas modal sendiri (return on net worth / ROE)
Laba Bersih Terhadap Total Modal =

-          Tingkat profitabilitas marginal : dianalisis dengan membandingkan rasio profitabilitas rata-rata yang telah dihitung sebelumnya. Bila profitabilitas marginal lebih rendah daripada profitabilitas rata-rata, investasi baru memperoleh tingkat pengembalian yang lebih rendah atau rasio rata-rata mencerminkan nilai denominator yang terlalu rendah.
Tingkat profitabilitas marginal =

b.      Rasio Pertumbuhan (Growth Ratio)
Mengukur kemampuan perusahaan untuk mempertahankan posisi ekonomis dalam pertumbuhan dan industri atau pasar produk dimana perusahaan beroperasi. Dalam mengadakan analisis perbandingan ini perlu dibedakan antara growth sebagai akibat dari inflasi dan growth yang secara riil terjadi di dalam perusahaan yang bersangkutan. Dalam menghitung growth rate dari suatu perusahaan perlu dihitung tingkat pertumbuhan penjualan, laba operasi atau laba usaha, laba bersih sesudah pajak, earning per saham biasa, deviden per saham, harga pasar, dan nilai buku dari saham biasa.
c.       Rasio Penilaian (Valuation Ratio)
Merupakan tolak ukur yang mengaitkan hubungan antara harga pasar saham biasa dengan pendapatan perusahaan dengan nilai buku saham tersebut. Rasio ini memberikan petunjuk kepada manajemen bagaimana para investor menilai kinerja perusahaan dan prospek yang diperkirakan di masa yang akan datang. Rasio penilaian adalah ukuran kinerja yang paling menyeluruh untuk perusahaan karena rasio ini mencerminkan pengaruh gabungan dari rasio hasil pengembalian dan resiko.
-          Rasio harga atau laba (price to earning ratio) : semakin tinggi rasio ini, maka akan memberikan indikasi bahwa kinerja perusahaan semakin baik. Namun dalam menganalisa, perlu dikaitkan dengan pertumbuhan dari laba saham biasa agar tidak memperoleh kesimpulan yang menyesatkan.
Price to earning ratio =
-          Rasio harga pasar terhadap nilai buku (market to book ratio) : mengukur nilai yang diberikan pasar keuangan kepada manajemen dan organisasi perusahaan sebagai perusahaan yang terus tumbuh. Market to book ratio perusahaan paling sedikit satu (1) yang berarti nilai pasar daripada perusahaan harus sama atau lebih besar daripada nilai buku perusahaan.

2.      Ukuran Efisiensi Operasi
Menganalisis bagaimana kinerja perusahaan yang bersangkutan tetapi juga menganalisis sumber dari kinerja tersebut untuk mempertahankan pemeriksaan terhadap faktor yang untuk ikut berperan menuju keberhasilan. Analisis sumber kinerja dilakukan dengan menganalisis ukuran efisiensi operasi yang mencakup dua perangkap rasio :
a.       Manajemen aktiva dan investasi ; mengukur keputusan investasi perusahaan dari manfaat sumber dayanya, disebut juga dengan rasio perputaran atau rasio aktivitas. Tujuannya untuk mengukur efektivitas perusahaan memanfaatkan investasi dan sumber daya ekonomisnya. Investasi untuk menghasilkan penjualan menguntungkan, sehingga memerlukan pelaksanaan investasi yang sehat. Rasio yang mengukur manajemen aktiva dan investasi adalah:
-          Rasio perputaran persediaan (inventory turnover) : waktu rata-rata perputaran persediaan perusahaan. Semakin tinggi tingkat perputaran persediaan perusahaan, semakin cepat dana yang tertanam dalam persediaan berputar kembali menjadi uang kas, maka akan semakin baik. Sehingga dapat dihitung berapa hari rata-rata persediaan yang diadakan perusahaan.
Rata-rata persediaan =
-          Rata-rata waktu pencairan piutang dagang (average collection periode) :
Rata-rata waktu pencairan piutang dagang =
Menunjukkan berapa lama rata-rata penagihan piutang dagang perusahaan.
Sedangkan untuk mencari perputaran dari piutang dagang rumusnya adalah :
Perputaran piutang dagang =
Dalam menganalisis rata-rata waktu pencairan piutang dagang harus membandingkannya dengan jangka waktu kredit yang diberikan oleh perusahaan kepada pelanggan. Jika ternyata rata-rata waktu pencairan piutang dagang lebih lama dari jangka waktu kredit yang diberikan, maka indikasi awal resiko gagal bayar, sehingga nilai bad dept expense dan allowances for doubtful account harus ditingkatkan karena banyak pelanggan yang terlambat membayar hutang.
-          Perputaran aktiva tetap (fixed assets turnover) ; menggambarkan tingkat pendayagunaan dari dana yang tertanam di dalam aktiva tetap perusahaan, sangat penting karena investasi dalam pabrik, perlatan jumlahnya besar, dan berjangka waktu lama.
Perputaran aktiva tetap =

-          Perputaran total aktiva (total assets turnover) ; mencerminkan efisiensi manajemen investasi dalam setiap pos-pos aktiva. Turnover yang tinggi menunjukkan manajemen yang efektif dalam mengelola harta perusahaan. Tiap rupiah nilai harta perusahaan membantu memaksimalisasi jumlah produksi dan penjualan produk. Perputaran total aktiva rendah menunjukkan adanya investasi dalam benda modal perusahaan yang tidak dimanfaatkan secara penuh atau adanya dana yang menganggur. Turnover tinggi disebabkan aktiva perusahaan yang sudah berumur tua dan habis masa ekonomisnya (telah habis disusutkan) sehingga perputaran tinggi disebabkan oleh keadaan perusahaan. Rasio perputaran aktiva saja tidak dapat memberikan gambaran pasti tentang efektifitas kegiatan perusahaan dan harus dihubungkan dengan profit margin untuk menghasilkan informasi yang berarti.
Perputaran total aktiva =

b.      Manajemen biaya
Mengukur bagaimana masing-masing elemen biaya dapat dikendalikan. Dua hal penting untuk mencapai tujuan operasi yang efisien adalah mengelola investasi dengan baik dan mengendalikan biaya dengan efektif. Dalam menganalisis manajemen biaya relatif sulit karena perusahaan tidak menyediakan banyak rincian biaya dalam laporan tahunan. Rincian biaya dianggap informasi kompetitif yang penting di antara perusahaan. Rasio untuk mengukur efisiensi manajemen biaya adalah :
-          Margin laba kotor (gross profit margin) ; ukuran ini mempengaruhi kebijakan perusahaan yang lebih rinci.
Margin laba kotor =

-          Beban pemasaran dan administrasi terhadap penjualan (selling general and administration expanses to sales ratio) ; rasio yang mengukur setelah berbagai biaya yang berlainan digabungkan kemudian dibandingkan dengan penjualan.

3.      Ukuran Kebijakan Keuangan (Financial Policy Measures)
a.      Rasio Leverage
-          Rasio Hutang (Debt Ratio) ; menunjukkan besarnya modal dari luar perusahaan dibandingkan dengan seluruh modal yang tertanam di dalam perusahaan. Semakin tinggi debt ratio, maka aktiva perusahaan lebih banyak dibelanjai hutang. Para kreditur menginginkan debt ratio yang rendah, karena semakin tinggi rasio, semakin besar resiko para kreditur. Dengan debt ratio yang tinggi sulit bagi perusahaan untuk menarik modal pinjaman baru kecuali jika perusahaan menambahkan modal sendiri terlebih dahulu.
Debt ratio =

-          Financial leverage ratio ; salah satu rasio yang berkaitan dengan masalah trading on equity yang dapat memberikan pengaruh positif maupun negatif terhadap rentabilitas modal sendiri dari perusahaan. Dalam menghitung financial leverage digunakan total tangible net worth, yaitu modal sendiri setelah dikurangi dengan intangible assets misalnya goodwill, hak paten, biaya pra operasi dan biasanya dikurangi dengan biaya yang dilakukan kapitalisasi, misalnya kerugian transaksi valuta asing akibat terjadinya devaluasi, dan sebagainya.
Financial leverage =

-          Times Interest Earned Ratio (TIER) / Coverage Ratio ; alat untuk mengukur seberapa jauh laba dari usaha perusahaan (laba sebelum bunga dan pajak / EBIT) dapat turun sebelum menimbulkan kesulitan bagi perusahaan untuk membayar kewajiban bunga pinjaman.
Times Interest Earned Ratio =

-          Fixed Charge Coverage ; lebih luas dari TIER, karena selain bunga pinjaman dapat dilihat sampai seberapa jauh laba usaha perusahaan sebelum dikurangi bunga pinjaman dan pembayaran sewa (leasing), dapat diandalkan untuk melakukan pembayaran beban tetap tersebut.
Fixed Charge Coverage =

b.      Rasio Likuiditas (Liquidity Ratio) ; mengukur kemampuan perusahaan di dalam memenuhi yang akan segera jatuh tempo. Rasio yang digunakan :
-          Rasio Lancar (Current Ratio) ; menggambarkan tingkat solvabilitas jangka pendek daripada perusahaan karena rasio ini menggambarkan sampai seberapa banyak kewajiban perusahaan kepada para kreditur jangka pendek diharapkan dapat dipenuhi dengan aktiva lancar perusahaan yang akan berubah menjadi uang kas pada saat kewajiban tersebut dilunasi.
Current ratio =

-          Cash ratio ; menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban lancarnya dengan mengendalikan dari uang kas atau bank dengan mengikutsertakan saham biasa atau efek.
Cash ratio =

-          Rasio cair (quick / acid test ratio) ; menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban lancarnya hanya dengan mengendalikan dari uang kas atau bank dan likuidasi piutang dagang tanpa mengikuti persediaan perusahaan.
Quick ratio =


E.     Cara Perhitungan Analisis Rasio Keuangan
Neraca
PT ABC
PER 31 DESEMBER 2001
( dalam ribuan rupiah )

Aktiva Lancar

Hutang lancar

Kas
200.000
Hutang dagang
300.000
Efek
200.000
Hutang wesel
100.000
Piutang
160.000
Hutang Pajak
160.000
Persediaan
840.000


Jumlah A.L.
1.400.000
Jumlah H.L.
560.000




Aktiva Tetap

Hutang jk. Panjang

Mesin
700.000
Obligasi
600.000
Akum. Penyusutan
100.000



600.000
Modal sendiri

Bangunan
1.000.000
Modal saham
1.200.000
Akum. Penyusutan
200.000
Agio saham
200.000

800.000

1.400.000
Tanah
100.000
Laba ditahan
440.000
Intangibles
100.000


Jumlah A.T.
1.600.000
Juml. Modal sendiri
1.840.000




Jumlah Aktiva
3.000.000
Jumlah pasiva
3.000.000




RASIO KEUANGAN
METODE PERHITUNGAN
INTERPRETASI
I. RASIO LIKUIDITAS

A. Current Ratio
Aktiva Lancar
--------------------
Hutang Lancar

1.400.000
-------------  = 2,5 : 1 = 250%
560.000
Kemampuan untuk membayar hutang yang segera harus dipenuhi dengan aktiva lancar. Setiap hutang Lancar Rp 1,00 dijamin oleh oleh aktiva lancar Rp 2,50
B. Cash Ratio
Kas + Efek   =  400.000  =
HL                 560.000

= 0,71 atau 71%
Kemampuan membayar utang dengan segara yang harus dipenuhi  dengan kas yang tersedia dalam perusahaan dan efek yang segera dapat diuangkan.
Setiap hutang Lancar Rp1,00 dijamin oleh kas  dan efek Rp 0,71

C. Quick ratio (Acid Test  
     ratio)
Kas +Efek + Hutang
Hutang Lancar

200.000 + 20.000 + 160.000
560.000
= 1 : 1  atau 100%
Kemampuan untuk membayar utang  yang harus segera dipenuhi. Dengan aktiva lancar yang lebih likuid. Setiap utang lancar Rp 1,00  dijamin dengan quick assets 1,00
D. Working Capital to
    Total Assets Ratio
Aktiva Lancar – Ht Lancar
-------------------------------------
Jumlah Aktiva

1.400.000 – 560.000
------------------------------
3.000.000

= 0, 28  : 1 atau 28 %
Likuiditas dari total  aktiva dan posisi modal kerja neto.
Setiap Rp 1, 00  assets perusahaan Rp 0,28 terdiri dari  modal kerja (aktiva lancar).
II. RATIO LEVERAGE
A.     Total Debt to Equity Ratio
Ht Lancar + Ht Jk Panjang
Jml Modal Sendiri

560.000 + 600.000
1840.000
= 0,63 : 1  atau 63 %
Bagian setiap rupiah modal sendiri yang dijadikan jaminan untuk keseluruhan hutang. 63% dari setiap rupiah modal sendiri menjadi jaminan utang.
B.     Total debt to total 
      capital Assets 
Utg Lancar + Utg Jk Panjang
Jumlah Modal/Aktiva
560.000 + 600.000
3.000.000
= 0,39 : 1 atau 39%
Beberapa bagiam dari keseluruhan dana yang  dibelanjai dengan utang. Atau berapa bagian dari aktiva yang digunakan untuk menjamin utang. 39 % dari setiap aktiva digunakan untuk menjamin utang.
C.    Long Term Debt  To
    Equity ratio
Hutang Jangka Panjang
Modal Sendiri
600.000
---------------  = 0,33 : 1  = 33%
1.840.000
Bagian setiap rupiah modal sendiri yang dijadikan jaminan untuk hutang jangka panjang.
33 % dari setiap rupiah modal sendiri Digunakan untuk menjamin hutang jangka panjang.
D.    Tangible Assets Debt Coverage
Jml Aktiva  - Intangibles HL
Hutang Jangka Panjang

3.000.000 – 100.000 – 560.000
600.0000
= 3,9 :1 atau 390%
Besarnya aktiva tetap tangible yang digunakan untuk menjamin hutang jangka panjang setiap rupiahnya. Setiap rupiah Hutang Jangka Panjang dijamin oleh aktiva tangible  sebesar Rp. 390
E.     Times Interest Earned Ratio
430.000 =  14,3 X
             30.000
Besarnya jaminan keuntungan yang digunakan untuk membayar bunga Hutang Jangka Panjang.
III. RASIO AKTIVITAS
A.     Total Assets Turn Over

Penjualan Neto       400.000
--------------------- =  ------------
Jumlah Aktiva         300.000

=  1,33

Kemampuan dana yang tertanam dalam keseluruhan aktiva berputar dalam satu periode tertentu, Atau kemampuan dana yang diinvestasikan untuk menghasilkan revenue. Dana yang tertanam dalam keseluruhan aktiva  rata-rata dalam 1 tahun berputar 1,33X. Atau setiap 1 Rupiah setiap tahun dapat menghasilkan Rp1,33
B.     Receivable Turn Over
Penjualan Kredit
------------------------
Piutang Rata-rata



            4.000.000
--------------- = 25 X
             160.000
Kemampuan dana yang tertanam dalam piutang berputar dalam suatu periode tertentu.Dalam satu tahun rata-rata dana yang tertanam dalam piutang berputar selama 25X
C.     Average  Collection Period
Piutang rata-rata X 360
Penjualan Kredit

     160.000 X 360
------------------ = 14,4 hari
         4.000.000
Periode rata-rata yang dibutuhkan dalam pengumpulan piutang
Piutang rata-rata dikumpulkan setiap 15 hari sekali.
D.     Inventory Turn Over
Harga Pokok Penjualan
---------------------------------
Inventory Rata-Rata

           3000.000
-------------  = 3,6 X
            840.000
Kemampuan dana yang tertanam dalam inventory berputar dalam satu periode tertentu.
Dana yang tertanam dalam inventory  berputar rata-rata 3,6 X dalam satu tahun.
E.     Average Day’s Inventory
Inventory rata-rata X 360
    ---------------------------------
Harga Pokok Penjualan

840.000 X 360
-------------------  = 10 hari
         3.000.000
Periode rata-rata persediaan berada di gudang .

Inventory berada di gudang rata-rata selama 10 hari.
F.      Working Capital Turn over
Penjualan Netto
----------------------------------
Aktiva lancar – Ht Lancar

4.000.000
--------------------------
1.400.000 – 560.000

= 4,76 X  atau 4,8 X
Kemampuan modal keja perusahaan berputar dalam satu periode siklus kas perusahaan
Dana yang tertanam dalam modal kerja  berputar rata-rata 4,8 X dalam satu tahun.
III. RASIO     
       KEUNTUNGAN
A.    Gross Profit Margin
Penjualan Neto – Harga
Pokok Penjualan
----------------------------------
Penjualan Neto
4.000.000 – 3.000.000
-------------------------  X 100 %
4.000.000
= 25%

Laba Bruto per rupiah penjualan. Setiap Penjualan menghasilkan laba bruto Rp 0,25.
B.  Operating Income
     Ratio (Operating
     Profit Margin)
Penjualan Neto – Hg. pokok
Penjualan – Biaya ADM dan
Umum
---------------------------------------
Penjualan Netto
4.000.000 – 3.000.000 –570.000
---------------------------------------
4.000.000

= 10, 75%
Laba sebelum Bunga dan Pajak  (net operating income) oleh setiap rupiah penjualan. Setiap rupiah penjualan menghasilkan laba operasi Rp 0,11.
C.    Operating Ratio
Hrg Pokok Penjualan + Biaya ADM + Biaya Penj + Biaya Umum
---------------------------------------
Penjualan Neto

3.000.000 + 570.000
------------------------- = 89,25 %
           4.000.000
Biaya operasi per rupiah penjualan. Setiap rupiah penjualan memerlukan biaya Rp 0,89. Makin besar rasio makin buruk
D.    Net Profit Margin
Keuntungan Neto  sesudah Pajak
--------------------------------------
Penjualan Neto

               240.000
-------------- = 6 %
              4.000.000
Keuntungan neto per rupiah penjualan. Setiap rupiah penjualan menghasilkan keuntungan neto sebesar Rp 0,06.
E.     Earning Power of
  Total Investmen 
      rate of return of  
      total assets)
EBIT
--------------------------
JML AKTIVA

               430.000
------------------ = 14,3 %
             3.000.000
Kemampuan modal yang diinvestasikan dalam keseluruhan. Aktiva  untuk menghasilkan keuntungan bagi semua investor. Setiap satu rupiah modal yang diinvestasikan menghasilkan keuntungan  Rp 0,14 untuk semua investor.
F.     Net Earning Power ratio / Return On Investment (ROI)
Earning After Tax
-----------------------------
Jumlah Aktiva

              240.000
--------------- = 8%
             3.000.000
Kemampuan modal yang diinvestasikan. Keseluruhan aktiva untuk menghasilkan keuntungan neto.
G.    Rate of  Return for the Owners (Rate of
Return on Net Worth)
Earning After Tax
----------------------------
JML Modal Sendiri

            240.000
-------------  = 13 %
           1.840. 000
Kemampuan modal sendiri dalam menghasilkan keuntungan bagi pemegang saham preferen dan biasa.
Setiap rupiah modal sendiri menghasilkan keuntungan neto Rp 0,13 yg tersedia bagi pemegang saham preferen  dan biasa.

Pendekatan lain dalam analisis laporan keuangan
1.      Langkah pertama : Pengelompokkan Pengukuran dalam 3 aspek
-          Ukuran kinerja
-          Ukuran Efisiensi Operasi
-          Ukuran Kebijakan Keuangan

A.    Ukuran kinerja dianalisis dalam tiga kelompok:
-          ratio profitabilitas
-          ratio pertumbuhan
-          ratio Penilaian

RATIO PROFITABILITAS

1.      Kinerja laba operasi Laba  Operasi Bersih (NOI) / Penjualan


Laba Operasi Bersih
       ----------------------------
Penjualan

              $ 700,8
=    ----------------  = 15,2 %
              $ 4.620,0

Kemampuan penjualan untuk menghasilkan laba bersih. Setiap satu dollar  penjualan mampu  menghasilkan laba operasi bersih $ 0.13
2.      Hasil pengembalian atas total aktiva (ROI). Laba operasi terhadap total aktiva.

               Laba Operasi Bersih
          ----------------------------
                   Aktiva

                     $ 700,8
          =    ----------------  = 20%
                    $ 3.390,4
   

Kemampuan penggunaan aktiva  untuk menghasilkan laba operasi bersih. Setiap satu dollar  aktiva  mampu  menghasilkan laba operasi bersih $ 0.20
3.      Laba Operasi Bersih
      terhadap Total Modal
             Laba Operasi Bersih
          ----------------------------
                   Total Modal

(Total Modal / Hutang berbeban bunga atas total modal bunga + ekuitas pemegang saham)

                $ 700,8
=    ----------------  = 28,2%
                $ 2.484,0
Kemampuan penggunaan modal   untuk menghasilkan laba operasi bersih. Setiap satu dollar  modal   mampu  menghasilkan laba operasi bersih $ 0.28
4.      Laba bersih terhadap penjualan / Margin laba atas penjualan

Laba Bersih
-------------------------
Penjualan

                $ 470,2
=    ----------------  = 10,2%
                $ 4.620,0
Kemampuan penjualan dalam menghasilkan laba  bersih. Setiap satu dollar  penjualan mampu  menghasilkan laba  bersih    $ 0.28
5.      Hasil pengembalian atas equitas / Return on Equity hasil pengembalian atas equitas

Laba Bersih
----------------------------
Equitas pemegang saham

               $ 470,2
=    ----------------  = 28,8 %
               $ 1.634,4

Mengukur pengembalian nilai buku kepada pemilik perusahaan.
Setiap satu dollar Equitas mampu menghasilkan laba bersih  $ 0,288
6.      Tingkat profitabilitas
      marginal

Perubahan NOI
----------------------------
Perubahan total modal
               $ 237,6
=    ----------------  = 18,4 %
               $ 1292,1


Mengukur perubahan margin profitabilitas dari beberapa periode.
Margin profitabilitas dari periode (lima tahun terakhir) 18,4%
7.      Hasil pengembalian
Marginal atas Equitas / Marginal return to equity)
Perubahan NI
----------------------------
Perubahan equitas
               $ 219,7
=    ----------------  = 15,3 %
               $ 1147,2
Marginal return to equity 15,3%
RASIO PERTUMBUHAN
Pertumbuhan penjualan, Laba Operasi bersih, Laba bersih, Laba per saham da dividen per saham
RATIO PENILAIAN
1.      Rasio harga/laba
Harga pasar per saham terhadap laba per saham (price /earning ratio atau P/E ratio

Harga pasar per saham
----------------------------
Laba per saham
                $ 69.69
=    ----------------  = 15,9 %
                 $ 3,85
Semakin tinggi risiko tinggi faktor diskonto dan semakin rendah rasio P/E, semakin tinggi P/E, maka semakin bagus sebuah perusahaan.
2.      Rasio Harga Pasar terhadap nilai Buku (market –to – book – value)

Harga pasar per saham
----------------------------
Nilai buku ekuitas
                 $ 69.69
=    ----------------  = 5,2 %
                  $ 13,41
Mengukur nilai yang diberikan pasar keuangan kepada manajemen dan organisasi perusahaan sebagai sebuah perusahaan yang terus tumbuh.

B.     Ukuran Efisiensi Operasi
Mengukur rasio aktivitas atau rasio perputaran adalah mengukur seberapa efektif perusahaan memanfaatkan investasi dan sumber daya ekonomis yang dimilikinya.

Perputaran Persediaan



Harga Pokok Penjualan
----------------------------
Persediaan

$ 700,8
=    ----------------  = 15,2 %
$ 4.620,0

Sama dengan di atas (aspek yang lain)

C.    Ukuran Kebijakan Keuangan
Mengukur sampai seberapa jauh total aktiva dibiayai oleh pemilik, jika dibandingkan dengan pembiayaan yang disediakan oleh para kreditur.


A. Faktor leverage



Total Aktiva
----------------------------
Ekuitas

                 $ 3.390
=    ----------------  = 2,07
                 $ 1.6334,4


Menegukur sampai seberapa jauh investasi ekuitas pemegang saham diperbesar oleh penggunaan penggunaan hutang dalam membiaya total aktiva.

Diakses pada tanggal 18 September 2014, pukul 23.26 WIB)

F.     Penggunaan Dan Keterbatasan Analisis Rasio
Menurut Prihadi (2008), mengemukakan beberapa hal penggunaan rasio keuangan dengan variasinya:
1.      Setiap peneliti berhak menentukan rasio yang digunakan.
2.      Tidak ada regulasi tentang penggunaan rasio tertentu.
3.      Setiap rasio mempunyai keterbatasan arti di samping kelebihannya.
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan aspek rasio likuiditas, leverage, aktivitas dan profitabilitas.
(Sumber : http://fadhilanalisis.blogspot.com/2011/10/analisis-laporan-keuangan.html  diakses pada tanggal 18 September 2014, pukul 23.30 WIB)

Keterbatasan analisa rasio keuangan menurut Sawir (2005) adalah :
1.      kesulitan dalam mengidentifikasi jenis industri dari perusahaan yang dianalisa apabila perusahaan tersebut bergerak di beberapa bisang usaha,
2.      rasio disusun dari data akuntansi dan data tersebut dipengaruhi oleh cara penafsiran yang berbeda dan bahkan bisa merupakan hasil manipulasi,
3.      perbedaan metode akuntansi akan menghasilkan perhitungan yang berbeda,
4.      informasi rata-rata industri adalah data umum dan hanya merupakan perkiraan.
(Sumber : http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/21047/4/Chapter%20II.pdf diakses pada tanggal 18 Sepetember 2014, pukul 23.56 WIB)

 Contoh Perhitungan Laba-Rugi yang di dapatkan di sekolah.

Seci Harpian School
Laporan Laba-Rugi Januari- Desember
Pendapatan
1.      SPP     (1000X500.000X12)                                                               Rp.6.000.000.000
2.      Osis     (1000x200.000x12)                                                                 Rp.    200.000.000
---------------------- +
Rp.6.200.000.000
Biaya-Biaya
1.Gaji guru + pegawai  (145.000.000x12)                  Rp.1.740.000.000
2.Kurikulum                (  30.000.000x 2)                     Rp.      60.000.000
3.Pembelajaran                        (   6.000.000x10)                     Rp.      60.000.000
4.Osis + Exel               (   5.000.000x12)                     Rp.      60.000.000
5.ATK                         (   1.000.000X12)                    Rp.      12.000.000
6.Penyusutan Bangunan                                 Rp.    317.500.000
7.Penyusutan                                                   Rp.    330.000.000
8.Biaya Promosi                                                          Rp.      50.000.000
9.TAL                         (10.000.000X12)         Rp.    120.000.000
10.BLL                                   (  5.000.000X12)         Rp.      60.000.000
                                                                         ---------------------- +
TB                                                                                                                     2.824.500.000 -
                                                                                                                                                ---------------------
EBIT                                                                                                               3.375.500.000
-Bunga 12% x 3.000.000.000                                                                             360.000.000
                                                                                                                        ------------------- -
EBT                                                                                                                 3.015.000.000

Tax/pph
5% X     50.000.000                            Rp.   2.500.000
15% X 200.000.000                            Rp.30.000.000
25% X   250.000.000                          Rp.  62.500.000
35% X2.515.000.000                          Rp.880.425.000
                                                            --------------------- +
Tax                                                                                                      Rp.    975.425.000
EAT                                                                                                    Rp.2.039.575.000

Laporan Perusahaan Modal Tahun 2012
Modal 1 Januari                                                                                              Rp.16.450.000.000
Pembagian laba/SHU                                                                          Rp.      750.000.000

Laba tahun 2012                                                                                 Rp.  2.039.575.000
Modal 31 des                                                                                      Rp.18.239.575.000

Neraca per 31/1/2013
Aktiva Lancar
-Kas                             Rp.   42.750.000         Utang Lancar              5.500.000
-Bank                          Rp.155.500.000                      Utang JP                     3.000.000.000 +
-Pertag                         Rp.   75.000.000         Total Utang                 3.005.500.000
-Piutang spp                Rp.125.000.000                      Modal                          18.239.575.000 +
                                    ------------------- +                     Total Utang + Modal  21.245.075.000
Total aktiva lancar       Rp. 523.000.000

Aktiva tetap
-Gedung                      Rp.9.535.000.000
-Penyusutan gedung   Rp.   317.500.000
                                    --------------------- -
                                    Rp.9.207.500.000
Peralatan                     Rp. 5.000.000.000
Penyusutan Peralatan   Rp.     330.000.000
                                    --------------------- -
                                    Rp.4.670.000.000
AFF W                                    Rp.2.844.325.000 +
Total Aktiva                Rp.21.245.075.000
                                               
 ANALISIS RASIO KEUANGAN
Rasio Likuiditas
Rasio Lancar   =          Aktiva Lancar =          4.523.250.000
                                    Utang Lancar              5.500.000
                                                            =          822,4 x 100%  =          822%
Kesimpulan :   setiap Rp. 882 yang dimiliki oleh sekolah, digunakan untuk membayar Rp. 1 utang yang dimiliki oleh sekolah
Rasio Profitabilitas
Dividen kas     =          750.000.000    =          4,62 %
Laba Bersih                 16.000.000.000          

Kesimpulan :   Dalam 1 tahun, sekolah mendapat laba 4,62 %
Rasio Solvabilitas
Total Utang     =          3.005.500.000 =          14,15 %
Total Harta                  21.245.075.000                      
Kesimpulan :   Dari total harta yang dimiliki, 14,15%nya diperoleh melalui utang.